CAll Us: (+62331) 336728 Live Chat
Konsolidasi Program Praktek Kerja sebagai bentuk implementasi kurikulum MBKM di OPD Kecamatan di Kabupaten Jember

Konsolidasi Program Praktek Kerja sebagai bentuk implementasi kurikulum MBKM di OPD Kecamatan di Kabupaten Jember

ILMUPEMERINTAHAN – Pendidikan 4.0 merupakan bentuk pendidikan yang mengintegrasikan teknologi cyber baik secara fisik maupun tidak ke dalam pembelajaran atau dengan kata lain sebagai fenomena penetrasi digital di lingkungan dunia pendidikan. Pendidikan 4.0 merupakan pendidikan yang mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi tantangan digital secara langsung. Dunia yang diwarnai bukan hanya persaingan antara manusia-dengan manusia, tetapi persaingan antara manusia dengan robot pintar. Inovasi, kreatifitas, problem solver, dan humanity adalah sifat-sifat yang hanya dimiliki manusia dan tidak dimiliki oleh robot. Sifatsifat inilah yang perlu ditumbuhkembangkan untuk menghasilkan SDM unggul di masa kini dan masa yang akan datang.

Kurikulum MBKM dan Praktik Kerja Tematik

Ada tiga jenis literasi baru yang harus dikuasai mahasiswa yakni literasi data, literasi teknologi, dan literasi manusia. Literasi data merupakan kemampuan untuk membaca, analisis, dan menggunakan informasi (big data) di dunia digital. Salah satu pembelajaran yang harus dicapai pada kurikulum ini adalah penguasaan manajemen pengetahuan, berupa kumpulan perangkat, Teknik dan strategi untuk: 1) memperluas dan mengembangkan pengetahuan pribadi, 2) berbagi pengetahuan implisit, 3) mengkonseptualisasikan pengetahuan, 4) mengkristalisasikan pengetahuan, 5) melakukan penilaian pengetahuan, dan 6) menjejaringkan pengetahuan organisasi

Kemudian literasi teknologi, yakni memahami tata cara kerja mesin, aplikasi teknologi (coding, artificial intelligence, engineering principles, dan biotech). Melalui Mata Kuliah Logika dan Algoritma Komputar, mahasiswa belajar mengembangkan kecerdasan mutu untuk menyelesaikan masalah menggunakan Langkah-langkah komputasi yang terdiri dari masukan (input), proses (process), dan keluaran (output), melalui kerangka berfikir secara rasional, kritis, lurus, ketat, tertib, dan metodis.

Dalam dunia baru, mahasiswa perlu dilatih dan bukan diajarkan. Kompetensi di bidang komunikasi (communication), kolaborasi (collaboration), berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), logika komputasi (computational logic), dan kasih sayang (compassion) perlu mendapat perhatian serius. Pendidikan model ini hadir untuk merespon kebutuhan revolusi industri 4.0 dimana manusia dan mesin di selaraskan untuk mendapatkan solusi, memecahkan masalah dan tentu saja kemungkinan menemukan inovasi baru.

Sadar akan urgentnya tantangan dan permasalahan pendidikan saat ini, Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Muhammadiyah Jember perlu melakukan penyesuan dan meningkatkan mutu pembelajaran. Suasana pandemi saat ini juga semakin menuntut kami untuk segera melakukan inovasi-inovasi pembelajaran. Inovasi tersebut tidak lain adalah langkah konkrit untuk menyiapkan mahasiswa dalam menghadapi perubahan tatanan global yang pesat. Program studi harus segera menyiapkan mahasiswa sesuai dengan perkembangan zaman. Program studi harus segera merancang proses pembelajaran yang mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan ketrampilan sesuai dengan kebutuhan zaman.

Kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka disambut baik oleh kami dalam rangka menciptakan mahasiswa yang unggul. Melalui kesempatan ini, kami telah menciptakan suatu model pembelajaran yang dapat memberikan kesempatan bagi mahasiswa dalam mengembangankan kapasitas, kreativitas, kepribadian, dan kemandirian dalam memperoleh pengetahuan baru yang riil sesuai dengan kenyataan di lapangan. Oleh karenanya, dibutuhkan kolaborasi, interaksi, manajemen dari berbagai pihak untuk dapat mewujudkan cita-cita tersebut. Model pembelajaran tersebut, dapat dilihat sebagai berikut :

Model Pembelajaran Praktek Kerja Tematik
About the Author

3 thoughts on “Konsolidasi Program Praktek Kerja sebagai bentuk implementasi kurikulum MBKM di OPD Kecamatan di Kabupaten Jember

  1. Rahman - Februari 28, 2021 at 4:31 pm

    Wah, udah gasabar buat ngelihat seberapa besar dampak dan output apa saja yang bakal diperoleh dari program yang satu ini. Meski kesannnya cukup berbeda dengan program praktik kerja pada tahun sebelumnya, yahhhh hal ini tak lepas dari kondisi dan dinamika pandemi yang masih tak kunjung jelas. Namun saya cukup antusias dan berharap adanya output maksimal dan dapat dirasakan, apalagi ternyata wilayah saya adalah salah satu wilayah sasaran pelaksanaan program. Gak sabar nunggu realisasinya di pertengahan Maret nanti

    Reply
  2. Maulida - Februari 28, 2021 at 4:34 pm

    Yahhh Kalisat gak masuk ke wilayah sasaran, semoga saja tahun yang akan datang daerah saya bisa masuk ke daerah sasaran pelaksanaan program. Lumayan kan, ada dukungan dan sinergi dari lembaga pendidikan tinggi seperti UNMUH Jember di wilayah terkait, bisa memberikan dampak langsung dan tidak langsung baik manajerial maupun pelayanan

    Reply
  3. Erka - Februari 28, 2021 at 4:35 pm

    program yang keren, gasabar pen tau hasil dan outputnya

    Reply

Leave a Reply to Maulida Cancel Reply