CAll Us: (+62331) 336728 Live Chat
Ini yang Beda dari Jember Fashion Carnaval 2018!

Ini yang Beda dari Jember Fashion Carnaval 2018!

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengungkapkan bahwa tahun ini akan kembali diadakan event terbaik di dunia, Jember Fashion Carnaval (JFC) 2018 bertemakan Asialight. Diungkapkannya, JFC tahun ini dijamin lebih glamor dari tahun-tahun sebelumnya.

JFC ke-17 ini juga akan mengangkat semangat Asian Games 2018 dan ribuan kostum dengan pusaka nusantara siap dirilis demi melegitimasi status terbaik dunia milik JFC.

“JFC ke-17 ini adalah event kelas dunia. Terbaik di dunia, dan itu ada di Indonesia. Kami jelas bangga dengan kualitas yang selalu mereka tawarkan. Makanya, jangan sampai melewatkan JFC tahun ini,” ungkap Arief dalam keterangan tertulis, Kamis (2/8/2018).

Event karnaval terbaik dunia yang akan digelar pada tanggal 7-12 Agustus di Jember, Jawa Timur ini juga akan menyulap jalanan utama Kota Jember sepanjang 3,6 km sebagai catwalk bagi para model nanti. Tak hanya kostum terbaik yang akan ditampilkan, namun juga kostum unik yang akan dikenakan oleh model anak hingga dewasa.

“JFC tahun ini pasti sangat meriah. Ada banyak konsep baru yang ditampilkan. Kualitasnya pasti yang terbaik sesuai dengan status dunia milik mereka (JFC),” tambahnya.

Sebelumnya, JFC menempati peringkat tiga karnaval terbaik dunia. JFC juga sudah mengantongi aneka trofi dan penghargaan Best National Costume. Inspirasi kostum-kostum tersebut juga berasal dari berbagai daerah di Tanah Air.

Deretan prestasi lainnya antara lain Best National Costume Mister International 2010 di Indonesia melalui kostum Bali, dan Best National Costume Man Hunt International 2011 di Korea Selatan (Toraja Karembau).

Tak hanya itu, status Best National Costume Mister Universe Model di Republik Dominika lewat kostum yang terinspirasi dari Papua, juga desain Borneo yang dengan Best National Costume Miss Supranational 2014 di Polandia juga sudah digaet oleh JFC.

Ada lagi, konsep Lampung menjadi Best National Costume Miss International 2014 di Tokyo, Jepang, hingga Best National Costume Miss Grand International 2016 di Las Vegas, Amerika. Toraja Tongkonan sebagai Best National Costume Miss Supranational 2015 di Polandia. Konsep Borobudur, meraih predikat Best National Costume Miss Universe 2015 di Florida, Amerika, hingga Garuda dengan status Top 5 National Costume Miss Universe 2016 di Filipina.

Melihat begitu banyaknya prestasi dari JFC, Arief mengimbuhkan bahwa tahun ini memiliki agenda yang sangat besar untuk ditampilkan.

“Prestasi mereka sebenarnya masih banyak lagi. Kualitas dan kreativitas inilah yang akan diterapkan dalam JFC-17. Kami juga memiliki agenda besar yang akan dibranding di sana,” tambahnya.

Karena tahun ini JFC juga akan bersinergi dengan Asian Games 2018, maka kostum terbaik karya Dynand Fariz dan JFC akan ditampilkan pada opening ceremony Asian Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 18 Agustus dan saat closing ceremony pada 2 September 2018.

“Asian Games pasti lebih semarak dengan kostum JFC dan karya Dynand Fariz. JFC akan dimanfaatkan untuk mempromosikan Asian Games. Sebab, media value-nya sangat besar. JFC ini selalu dikunjungi oleh berbagai media. Mereka juga datang dari berbagai negara. Kami yakin, gema Asian Games ini akan lebih kuat,” jelasnya.

Sehari setelah opening JFC pada 7 Agustus nanti, akan digelar Pets Carnival, disusul JFC Press Conference pada 11 Agustus. Ada juga Kids Carnival yang digelar 10 Agustus, disusul JFC Rhythm Artwear Carnival, dan Wonderful Archipelago Carnival Indonesia pada Minggu, 12 Agustus. Pada 9-12 Agustus, bergulir JFC International Exhibition.

“Rangkaian JFC-17 sendiri sangat panjang. Konsepnya beragam. Kami tetap sajikan yang terbaik, sebab JFC membidik peringkat pertama dunia. Makanya, beragam kreativitas dan inovasi ini terus dilakukan,” ujar Presiden JFC Dynand Fariz.

Memiliki diversitas besar, Dynand mengatakan bahwa JFC-17 akan menggelar international exhibition. Pameran ini akan menyajikan beragam benda pusaka dengan bahan baku meteorit. Beberapa pusaka meteorit yang bisa dinikmati wisatawan adalah Kujang, Pedang Garuda, hingga Pedang Naga yang diyakini ada kaitannya dengan Atlantis yang hilang.

Menggunakan bahan baku meteorit, beberapa pusaka memiliki berat dan panjang istimewa. Pusaka Kujang ini misalnya, memiliki berat 17 kg dan panjang 145 cm. Pusaka-pusaka tersebut menjadi warisan nusantara yang tidak ternilai harganya. Dynand melanjutkan, JFC-17 benar-benar tampil beda. Sajian karya seni dan budaya yang ditampilkan lebih berwarna.

“Pusaka-pusaka ini belum pernah dipamerkan di event manapun. Apa yang ditampilkan di JFC ini hanya sebagian kecil dari artefak nusantara yang ada. Untuk itu, ini moment yang cukup langka. Jadi pastikan datang ke JFC karena semuanya luar biasa,” pungkasnya.

About the Author

Leave a Reply